Usung Gus AMI Jadi Presiden 2024, PKB Siap Pimpin Poros Partai Islam

Ambon, Suarakalwedo.com – Wacana munculnya poros politik baru dengan latar belakang partai politik bernuansa keislaman yaitu terdiri dari Partai PKB, PKS dan PPP disinyalir sebagai upaya konsolidasi Pilpres 2024 demi mengusung Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) sebagai Capres 2024.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PKB Maluku Basri Damis menyambut positif gagasan para partai Islam untuk membangun poros politik baru tersebut dan mengusung Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) sebagai Capres di Pemilu 2024.

“Pada prinsipnya kita sambut positif upaya membentuk poros politik baru. Menanggapi dinamika tersebut maka PKB sebagai partai Islam terbesar di Indonesia siap lahir batin akan memimpin poros partai Islam tersebut. Dan bila pada akhirnya akan mengusung Gus AMI sebagai Capres 2024 maka kita bismillah lahir batin”, jelasnya (17/04/2021).

Damis menambahkan, garis politik PKB adalah nasionalis religius dengan sokongan utama dari masyarakat Nahdiyin, para ulama dan pesantren. Sehingga PKB punya legitimasi public yang sangat kuat menjadi leader dalam poros partai Islam. Sehingga akan melunturkan kekhawatiran sebagian kelompok bahwa poros ini akan kembali menghidupkan politik aliran yang sempat menguat pada pilpres 2019 lalu.

“PKB ini partai islam terbesar di Indonesia dengan fatsun politik nasionalis relijius yang konstituen utama adalah dari masyarakat Nahdiyin, para Ulama dan Pesantren. Artinya PKB punya legitimasi moral, etik dan publik yang kuat dan sangat siap memimpin koalisi tersebut. Sehingga PKB dapat memastikan bahwa poros ini tidak akan kembali menghidupkan fanatisme politik aliran namun memperkuat narasi nasionalis religius dalam bingkai ukhuwah wathoniah (persauraan kebangsaan)”, terangnya.

Karena itu dirinya berharap wacana poros partai islam dapat segera terealisasi agar tidak menguap menjadi konsumsi politik sesaat.

“Kita berharap ini tidak menguap dan tidak jadi wacana semata, namun dapat segera di realisasikan. Poros baru ini setidaknya saat ini memiliki 127 kursi di DPR RI dengan total perolehan suara 31.387.780 (22,42%) hasil Pemilu 2019 lalu.” Terangnya.

Ditegaskan Damis, poros ini akan menjadi penyeimbang kekuatan sekaligus memunculkan alternatif pilihan politik bagi publik. Sementara kepemimpinan PKB dalam poros baru tersebut agar tetap menjaga agar narasi politik yang dibagun adalah sebagai upaya politik kesejahteraan demi memperkuat ukhuwah wathoniah.

“Poros ini akan jadi penyeimbang di 2024. Lewat kepemimpinan PKB maka narasi politik yang dibangun adalah politik kesejahteraan dengan mengedepankan prinsip demi memperkuat ukhuwah wathoniah (persauraan kebangsaan) yaitu mensejahterakan rakyat lewat kebijakan-kebijakan politik yang populis dan menguatkan negara lewat persatuan niat, gagasan dan perbuatan”, tutupnya.